Carakde.com, Makassar – Musik bukanlah sekadar nyaman di telinga. Nyatanya, ada emosi yang tercurahkan yang dekat dengan keseharian pendengar melalui lirik dan aransemennya.
Hal itu bisa dilihat dari karya dari Laeilmanino, trio penulis lagu yang terdiri dari Anindyo Baskoro (Nino), Arya Aditya Ramadhya (Lale), dan Ilman Ibrahim (Ilman).
Laleilmanino membiarkan lagu-lagunya berbicara. Tema cinta, rindu, dan hubungan manusia dikemas dengan sudut pandang dewasa. Lirik-lirik mereka kerap terasa seperti potongan percakapan yang jujur, seolah ditulis dari pengalaman banyak orang.
Awal Karir Laleilmanino
Diinisiasi oleh Anindyo Baskoro, Arya Aditya Ramadhya, dan Ilman Ibrahim, nama Laeilmanino diambil dari masing-masing nama panggung mereka: Nino, Lale, dan Ilman.
Trio penulis lagu ini berasal dari dua band ternama di Indonesia. Nino dikenal sebagai vokalis sekaligus penulis lagu dari RAN sementara Lale adalah gitaris dan Ilman yaitu kibordis dari Maliq & D’Essentials.
Mengawali karir sebagai trio penulis lagu pada tahun 2014, Laleilmanino menciptakan lagu pertamanya untuk Bastian Steel dengan judul Surat Izin Mencinta.
Nino mengatakan, Laleilmanino dibentuk karena hasrat ketiganya untuk terus produksi lagu. Selain menciptakan lagu di band-nya masing-masing, mereka ingin ada wadah baru untuk menciptakan lagu untuk penyanyi lain.
“Ya udah, kita janjian di Jakarta, coba aja yuk bikin lagu bareng,” kata Nino dikutip dari Medcom.id beberapa waktu yang lalu.
Gaya dan Proses Kreatif Laleilmanino
Lambat laun, Laleilmanino menegaskan dirinya sebagai salah satu penulis lagu hit berkat gaya musiknya yang memliki melodi yang mudah diingat. Sentuhan aransemennya begitu detail-dari tekstur gitar, pad keys, bass, saksofon, hingga pilihan produksi vokal sehingga lagu nyaman didengar dan punya karakter yang kuat.
Lirik lagunya juga membawa pendengarnya merasakan emosi yang relate dengan kehidupan nyata mereka. Semisal Membiasakan Cinta, lagu dari Vidi Aldiano (2016) mengajak seseorang untuk tidak berhenti mengejar cintanya.
Harmoni vokal, aransemen rapi, dan lirik yang mendalam menjadi kekuatan utama Laleilmanino. Lagu-lagu yang mungkin terdengar lembut di rekaman, justru terasa semakin hidup saat dibawakan secara langsung.
Dalam beberapa wawancara dan proyek kolaboratif, mereka menjelaskan bahwa proses kerja kerap berawal dari diskusi ide, demo kasar, lalu workshop aransemen bersama artis sampai bentuk final tercapai; mereka sering bertindak sebagai co-writers sekaligus co-producer dalam satu sesi kerja.
Kolaborasi dan Lagu Hit
Laleilmanino sering mengerjakan proyek kolaborasi bersama para penulis lagu dan band lain. Salah satunya dengan Diskoria melalui proyek bernama Studio Pop.
Kolaborasi antara Laleilmanino dan Diskoria ini ternyata sukses dengan menciptakan lagu hit berjudul C.H.R.I.S.Y.E Bersama Eva Celia sebagai vokalis, lagu ini menaikkan popularitas ketiganya.
Lagu C.H.R.I.S.Y.E menjadi terkenal berkat genre pop disko yang diusung Laleilmanino dan Diskoria. Suasana musik disko tahun 80-an dengan gaya retro mengajak pendengar bernostalgia sekaligus mengenang penyanyi legendaris Chrisye.
Selain kolaborasi, masih banyak lagi lagu hit yang tercipta dari tangan kreatif Laleilmanino. Album Hivi yaitu Kereta Kencan misalnya, 10 lagu yang dibuat di antaranya telah masuk jajaran lagu paling sering didengar di berbagai platform streaming musik, seperti Pelangi dan Gadis Sampul.
Berikutnya adalah Gemintang Hatiku yang dibawakan Lyodra dan Tiara Andini untuk Grand Final Indonesian Idol musik ke-10 pada tahun 2020.
Seiring dengan itu, Laleilmanino terus menciptakan lagu untuk vokalis dan band. Kepercayaan mereka terhadap trio tersebut menjadi bukti bahwa kualitas karyanya no debat lagi.
Menjaga Eksistensi Musik Pop Indonesia
Lagu ciptaan Laleilmanino mampu menjaga eksistensi genre musik pop di Indonesia. Musiknya mudah disukai semua kalangan khususnya para anak muda.
Tema yang menyentuh kehidupan anak muda hingga musiknya yang nyaman di telinga jadi alasan mereka membentuk playlist populer.
Selain itu, Laleilmanino juga merawat warisan musik Indonesia melalui berbagai proyek seperti tribute atau mengenang almarhum Chrisye dengan menciptakan lagu C.H.R.I.S.Y.E yang dibawakan mereka, Diskoria, dan Eva Celia.
Proyek tersebut menunjukkan kecenderungan Laleilmanino untuk merawat memori musik nasional sambil menyajikannya dengan sensibility kontemporer. Lagu lainnya adalah Badai Telah Berlalu untuk memberi penghormatan kepada karya legendaris Badai Pasti Berlalu karya Eros Djarot dan dedikasi penulis novelnya, Marga T.
Karir Melejit, Sabet Berbagai Penghargaan
Laleilmanino kini menjelma sebagai songwriter paling eksis di industri musik Indonesia dengan berbagai pencapaiannya mulai dari penghargaan sampai merajai tangga lagu di berbagai platform streaming musik.
Penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) telah dicicipinya, bahkan beberapa kali diraih. Berkat lagu Badai Telah Berlalu, mereka menang AMI untuk kategori karya produksi terbaik tahun 2023. Terbaru adalah AMI 2025 dengan lagunya Selalu Ada di Nadimu untuk kategori pencipta lagu anak-anak terbaik.
Laleilmanino juga ambil bagian dalam menaikkan popularitas para penyanyi dan band. Gemintang Hatiku, karya yang dipersembahkan untuk Tiara Andini membuat nama Titi–sapaan akrabnya semakin dikenal.
Nama-nama lain seperti Bilal Indrajaya, OOKAY, hingga Harra juga mempercayakan Laleilmanino sebagai penulis lagunya hingga mencapai kesuksesan di industri musik Indonesia sampai sekarang.
Memasuki tahun ke-12, gebrakan Laleilmanino masih dinantikan oleh para pendengar. Mulai dari karya berikutnya hingga pencapaiannya ke depan sebagai trio penulis lagu, kita tunggu saja kabar baiknya.
Rekomendasi Lagu Ciptaan Laleilmanino
1. Laleilmanino, Diskoria, dan Eva Celia – C.H.R.I.S.Y.E
2. Laeilmanino, Diskoria, Bunga Citra Lestari – Badai Telah Berlalu
3. Afgan – Lestari Merdu
4. Vidi Aldiano – Membiasakan Cinta
5. Bilal Indrajaya – Niscaya
6. OOKAY – Peneman Malam Sepi
7. Mark Natama – Salah Baca Pertanda
8. .Feast – Arteri
9. Salma Salsabil – Boleh Juga
10. Laleilmanino, Marion Jola – Rayu
11. Diskoria – Balada Insan Muda
12. Rizky Febian – Bahasa Cinta
13. Lalahuta – Tunggu Apa Lagi
14. Armand Maulana – Sebelah Mata
15. Harra – Tamasya di Angkasa






